|
RAJAB BULAN ISTIGHFAR
Posted by: mutiaracahaya on: Juni
23, 2009
MAJELIS TAKLIM WADDA’WAH
LIL USTADZ HABIB SHOLEH BIN ACHMAD ALAYDRUS
LIL USTADZ HABIB SHOLEH BIN ACHMAD ALAYDRUS
http://massanto.blogspot.com
RAJAB BULAN ISTIGHFAR
Hari ini kita telah berada pada tanggal 1 Rajab
1429 H. itu berarti kita telah memasuki bulan yang penuh dengan keutamaan,
kemuliaan dan penghormatan. Bulan yang sangat tepat untuk memperbanyak amal
ibadah dan istighfar guna memasuki bulan Sya’ban dan persiapan menyambut
Ramadhan.
Ibarat menanam tanaman, Rajab adalah bulan kita
menanam benih-benihnya, Sya’ban kita menyirami dan memupuknya, sedang Ramadhan
kita memanen hasilnya. Itulah keterkaitan tiga bulan tersebut. Demikianlah apa
yang dikatakan oleh Imam Abu Bakar Al Warraq Al Balkhi. Beliau juga berkata, “Perumpamaan
Rajab seperti angin, Sya’ban seperti awan (mendung)nya dan Ramadhan ibarat hujannya”.
Rajab tergolong salah satu dari Al Asyahrul Hurum,
bulan-bulan penuh kehormatan dan kemuliaan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah,
Muharram dan Rajab. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.
Diantara kemuliaan yang ada di dalam bulan Rajab,
adalah terkabulnya doa-doa hamba di dalamnya, terutama pada malam pertamanya,
dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “Lima malam,
tidak akan ditolak doa-doa didalamnya: awal Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam
Jum’at, malam Idul Fitri dan malam an Nahr(Idul Adha)”.(HR. Ibnu ‘Asakir)
Rajab adalah bulan Allah SWT yang dituangkan di
dalamnya rahmat kepada hamba-hambaNya. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):
“Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan
Ramadahan bulan umatku”(Hadits mursal dari Al Hasan
AL Bashri)
dengan berdasarkan hadits di atas, maka sebagian
Ulama’ menyebutkan bahwa Rajab adalah bulan istighfar dan taubat kepada Allah
sesuai dengan istilah ‘Rajab bulan Allah’. Sebagai hamba Allah, hendaknya di
bulan Allah ini kita banyak bertaubat kepadaNya, kembali kepadaNya dan meminta
maaf sepenuh hati ke hadirat Ilahi, agar benar-benar diampuni dan didekatkan
kepadaNya.
Sedangkan Sya’ban sebagai bulan Nabi Muhammad SAW,
maka sepantasnya dan layak untuk kita memperbanyak sholawat dan salam kepada
beliau SAW di bulan ini. Adapun Ramadhan seperti kita ketahui adalah bulan yang
didalamnya diturunkan Al Qur-an, maka hendaknya seorang hamba mengisi waktunya
selama Ramadhan dengan banyak membaca AlQur-an disamping ibadah-ibadah yang
lain.
Dalam kitab An Nafahat An Nuraniyyah, Syeikh Yusuf
Khattar menyebutkan bahwa bulan Rajab memiliki 14 nama, dan banyaknya nama
tersebut cukuplah menunjukkan kemuliaan dan kehormatannya. Nama-nama tersebut
adalah: Rajab, Syahrullah (bulan Allah), Rajab Mudhar, Munshilul Asinnah, Al
Ashom, Al Ashob, Munaffis, Muthahhir, Ma’alla, Muqim, Harim, Muqasyqisy,
Mubarri’ dan Rard.
Selain istighfar, ibadah yang dianjurkan dilakukan
di bulan Rajab adalah berpuasa, sekalipun tidak ada hadits khusus yang
menyebutkan tentang keutamaan puasa di bulan Rajab ini secara khusus, tetapi
sudah termasuk dalam keumuman sunnahnya berpuasa pada Al Asyahrul Hurum, sebab
Rajab termasuk Al Asyahrul Hurum.
Diriwayatkan dari ‘Urwah dia bertanya kepada
Abdullah bin Umar,”Apakah Rasulullah SAW berpuasa di bulan Rajab?”, Ibnu Umar
menjawab, “Benar dan beliau SAW memuliakannya”(HR. Abu Dawud dan Ibnu
Majah).
Paling sedikit puasa di bulan Rajab satu hari,
yakni di hari pertama. Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan
mulia lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah Al Bahiliyah dari
ayahnya, Rasulullah bersabda (yang artinya): Berpuasalah kalian di
bulan-bulan haram atau tinggalkan (puasa).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah,
dan Achmad).
Sedangkan kita sudah mengetahui bahwa Rajab
termasuk bulan-bulan haram (Al Asyhurul Hurum). Maka hadits tersebut di atas
secara umum juga menunjukkan kesunahan puasa di bulan Rajab.
Diriwayatkan pula dari Abu Qilabah, seorang
pembesar Tabi’in, beliau berkata,”Di surga terdapat sebuah istana yang
diperuntukkan bagi orang-orang yang puasa di bulan Rajab”. Perihal Abu
Qilabah, Imam Baihaqi berkata,”Beliau adalah pembesar Tabi’in, tidaklah
beliau menyampaikan sesuatu kecuali karena mendengar generasi di atasnya (para
sahabat)”.
Maka dari itu tersebutlah beberapa ulama salaf yang
melakukan puasa Rajab sebulan penuh seperti Imam Abdullah bin Umar, Hasan Al
Bashri, Abu Ishaq As Sabi’iy dan lainnya.
Lain lagi dengan Imam Ahmad bin Hambal dan Yahya
bin Sa’id Al Anshori beliau tidak menyukai berpuasa sebulan penuh dalam bulan
Rajab karena ada keterangan dari sahabat Abdullah bin Abbas bahwa beliau tidak
senang jika Rajab dipakai puasa sebulan penuh. Oleh karenanya untuk menghindari
hal tersebut, kata Imam Ahmad bin Hambal :”Hendaknya seseorang tidak puasa
satu atau dua hari di bulan Rajab”.
Hal ini rupanya sejalan dengan pendapat Imam Asy
Syafi’i, beliau berkata:
“Aku tidak suka jika seseorang berpuasa sebulan
penuh seperti dia berpuasa Ramadhan. Alasannya adalah jangan sampai
perbuatannya tadi diikuti oleh masyarakat awam (yang jahil) sehingga
dikhawatirkan mereka akan menyangka bahwa hal itu hukumnya wajib. Dan akan
hilang kemakruhan mengkhususkan Rajab dengan puasa tersebut, jika digabung
dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Rajab sebulan penuh dan dilanjutkan dengan
puasa Sya’ban. (maka yang demikian tidaklah makruh)”.
Hadits lain yang menerangkan keutamaan puasa di
bulan Rajab, antara lain, Imam Ath Thabarani meriwayatkan dari Sa’id bin
Rasyid, Rasulullah SAW bersabda, (yang artinya):
“Barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab,
laksana ia puasa setahun. Bila berpuasa tujuh hari, ditutuplah untuknya
pintu-pintu neraka jahanam. Bila berpuasa delapan hari, dibukakan untuknya
delapan pintu surga. Bila berpuasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua
permintaannya..”
meski begitu, menurut Imam Suyuthui dalam al Haawi
lil Fataawi, hampir semua hadits tentang puasa Rajab tersebut berstatus Dha’if
(kurang kuat). Akan tetapi hadits dha’if sebagaimana disepakati Ulama ahli
hadist, dapat digunakan untuk memotivasi diri dalam fadhailul A’mal
(mengerjakan amal-amal kebajikan), selagi tidak terlalu berat ke-dha’ifan-nya
atau tidak ada dalam sanadnya seorang rawi yang suka berdusta atau dituduh suka
berdusta.
Ada lagi satu amalan yang hendaknya kita ikuti dari
Rasulullah, yaitu berdoa di bulan Rajab sebagaimana telah beliau ajarkan. Dari
sahabat Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah SAW jika telah memasuki bulan
Rajab beliau banyak berdoa: Allohumma baarik lana fii Rajab wa Sya’ban wa
ballighna Ramadhan ( yang artinya: ya Allah berikanlah keberkahan buat kami di
bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan)
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar